Resensi Buku Hukum Humaniter Internasional


Sebuah buku yang membahas mengenai sebuah topik yang menarik, tetapi berat yaitu mengenai studi pemasalahan kemanusiaan selama konflik, dan hal terpenting dari kajian tersebut adalah perkembangan hukum humaniter Internasional (HHI). Bab awal buku ini mengantarkan kita pada definisi serta asal muasal perang. Dalam sejarah kehidupan politik manusia, peristiwa yang banyak dicatat adalah perang dan damai. Peristiwa peristiwa besar yang menjadi tema-tema utama dalam literatur politik dan juga hubungan internasional berkisar antara dua macam interaksi tersebut. Ungkapan bahwa peace to be merely a respite between wars menunjukkan, situasi perang dan damai terus silih berganti dalam interaksi manusia.

            Secara definitif perang adalah suatu kondisi tertinggi dari bentuk konflik antarmanusia. Dalam studi hubungan Internasional, perang secara tradisional adalah penggunaan kekerasan yang terorganisir oleh unit unit politik dalam sistem internasional. Dalam arti luas, perang menyangkut konsep konsep seperti krisis, ancaman, penggunaan kekerasan, aksi gerilya, penaklukan, pendudukan bahkan teror. Lantas apakah perang menjadi sesuatu yang tak terelakkan dalam kehidupan sosial manusia? Beberapa studi menyebutkan bahwa dalam diri manusia ada suatu naluri untuk melukai atau menyerang. Para ilmuwan kemudian mencoba untuk mencari penjelasan logis atas situasi ini, Couloumbis dan Wolfe menyebutkan bahwa manusia memuaskan kebutuhan-kebutuhan nya dalam hal identitas, keamanan dan melepaskan diri dari kebosanan dengan cara melibatkan diri dalam perang . (8)

            Apabila dalam arti sempit perang dianggap sebagai kontak bersenjata yang melibatkan dua negara atau lebih, maka ada beberapa kecenderungan perang yang terjadi setelah perang dunia ke II:

Pertama, keengganan negara-negara untuk mendeklarasikan perang secara terbuka terhadap pihak yang dianggap musuh

Kedua, berkembangnya senjata-senjata penghancur massal (mass destruction weapons, WMD). Senjata nuklir salah satunya dari jenis WMD ini telah menjadi bagian dari strategi perang (baik ofensif maupun defensif).

Ketiga semakin banyaknya aktor aktor non negara yang muncul dan terlibat dalam perang perang domestik maupun perang internasional.

Keempat, situasi perang menjadi sangat berbeda dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan transportasi. Sebagai contoh. Ketika situasi perang bisa disiarkan ke seluruh dunia melalui satelit dan ditayangkan ke seluruh dunia, opini masyarakat internasional menjadi bagian penting dalam strategi perang.

            Dalam diri manusia, selain terdapat sisi agresif, juga terdapat sisi yang lain berisi sifat rasional yang berhubungan dengan interaksi dan kerja sama, perdamaian dan tertib tatanan. Apabila perang dianggap sebagai pemenuhan sebagian kebutuhan untuk interaksi manusia, maka sebagian yang lain dari sisi manusia itu adalah keperluan pelembagaan berbagai institusi sosial dan politik untuk menghindari perang.(18)

            Dalam abad-abad modern ketika menang atau kalah dalam perang sangat dipengaruhi oleh ketepatan, kecepatan, daya hancur dan daya mobilitas teknologi serta sarana pendukung militer, maka perang modern sungguh membutuhkan biaya sangat mahal. Dalam perhitungan rasional manusia, keuntungan untuk mencegah perang justru lebih tinggi dibandingkan biaya untuk menyelenggarakan perang.

            Daya hancur nuklir juga menjadi salah satu pertimbangan terbesar dalam terprakarsanya HHI. Potensi destruktif dari senjata nuklir dianggap begitu membahayakan karena tidak bisa memilih target siapa yang termasuk combatant atau yang bukan combatant. Albert Enstein, sebelum meninggal menceritakan kepada sahabatnya, Linus Pauling, bahwa kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah menandatangani surat kepada presiden Roosevelt yang mendesaknya untuk mengembangkan proyek Manhattan yang menggiringnya pada terciptanya bom atom yang pertama( dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki).(20)

            Sebagai catatan penting, mengurangi penderitaan korban perang tidak cukup dengan membagikan makanan dan obat-obatan, tetapi perlunya sebuah upaya untuk mengingatkan kepada pihak pihak yang berperang. Hukum Humaniter Internasional hadir sebagai salah satu bagian dari hukum Internasional, yang menjadi alat dan cara yang dapat digunakan oleh setiap negara, termasuk oleh negara damai atau negara netral, untuk ikut serta mengurangi penderitaan yang dialami oleh masyarakat akibat perang yang terjadi di berbagai negara.

Hal terpenting dalam HHI adalah prinsip-prinsip HHI yang fundamental, yang terdiri dari: prinsip kemanusiaan, Necessity (kepentingan), proporsional, Distinction (pembedaan), Prohibition of causing unnecessary suffering (prinsip HHI tentang larangan menyebabkan penderitaan yang tidak seharusnya), pemisahan antara ius ad bellum dengan ius in bello, ketentuan minimal HHI, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan dan penegakan HHI.

ICRC ( International Comitte Of The Red Cross) adalah instrument utama dalam menjalankan fungsi HHI sebagai NGOS, meskipun statusnya NGOS, ICRC memperoleh mandat internasional untuk melindungi dan membantu para korban konflik bersenjata oleh negara-negara dalam empat konvensi jenewa 1949 dan protokol tambahan tahun 1977. Upaya perlindungan ICRC dalam perang yang merupakan langkah formal organisasi kemanusiaan adalah mengingatkan pihak akan tanggung jawab dan kewajiban terhadap penduduk sipil, tahanan perang, serta prajurit yang terluka dan sakit dengan mengutamakan penghormatan terhadap intergritas fisik dan martabat mereka.

Meski HHI memiliki batas, namun bahkan dalam situasi di bawah ambang batas diberlakukannya HHI, hukum hukum lain diberlakukan untuk melindungi para korban konflik bersenjata, seperti Hukum Hak Asasi Manusia, Hukum Pidana Dalam Negeri dan Internasional. Bagaimanapun situasinya, pesan yang dikedepankan oleh hukum tersebut tetap berlaku untuk semua situasi bersenjata lain; perang memiliki batas. Buku ini membantu pembacanya untuk mengakrabi hukum yang berlaku terutama pada situasi ‘bencana buatan manusia”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s