Mekong Rivers Conflict..Geopolitical Stategy of China


Geopolitical codes dapat dikatakan sebagai pola dalam melihat kondisi geografi politik suatu negara. definisi konsep geografi politk dalam geopoilitical codes adalah menekankan pada bagaimana hubungan kekuasaan dalam membangun ruang dan tempat tinggal bagi negara serta bagaimana memanfaatkan ruang dan tempat untuk menengahi konflik dan politik. Dengan kata lain, geografi politik suatu negara berfokus pada bagaimana suatu negara memanfaatkan sumber daya alam yang ada baik itu yang ada dalam domestik negara maupun eksternal/internasional negara guna kepentingan politik. Kepentingan politik negara secara jelas terlihat dalam kepentingan nasional suatu negara. dan salah satu cara untuk memeperoleh kepentingan nasional adalah melalui politik luar negeri. Dalam geopolitical codes terdiri dari seperangkat geografi politik yang berupa perkiraan/rencana yang menjadi basic/landasan dirumuskannya politik luar negeri. Dan dalam merumuskan politik luar negeri suatu negara hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : kepentingan nasional negara, ancaman eksternal negara, respon terhadap ancaman eksternal dan bagaimana mengembangkan isu atau wacana untuk membenarkan respon atas ancaman tersebut. Berikut implementasi dari konsep geopolitical codes dan geografi politik dalam kasus konflik di sungai Mekong.

 

Sungai Mekong, merupakan sungai terbesar kedua belas di dunia bersumber dari Gunung Guzongmucha, Qinghai, Cina tepatnya di dataran tinggi Tibet, dan mengalir sejauh 5000 km melalui4 negara di Asia Tenggara yaitu Burma, Laos, Thailand, Kamboja dan bermuara di delta Mekong, Laut Cina Selatan (Vietnam). Debit di muara rata-rata 16,000m3/detik, debit maksimal; 39, 000 m3/detik menurut siklus alam. Namun sejak diadakannya pembangunan bendungan hidro bersakala besar oleh China, menyebabkan ketinggian sungai ini mengalami fluktuasi yang tidak teratur. Ketika permukaan air turun, hal ini menyebabkan masalah pada populasi ikan di dalam sungai dan ketika permukaannya naik terutama pada musim hujan akan menimbulkan banjir pada daerah-daerah di hilir sungai contohnya bencana yang terjadi di Kamboja pada Agustus 2008,Sungai Mekong meluap dan menyebabkan kerusakan yang nilainya mencapai 2,4 juta dolar atau sekitar 27 milyar rupiah di kota tersebut. Ketinggian air mencapai 14 meter, level tertinggi dalam 80 tahun terakhir. Dan hal tersebut terjadi karena China membuka pintu bendungan. Bahkan ketika musim kemaraupun daerah-daerah di hilir mampu terkena bencana banjir jika China membuka pintu bendungannya. Kini tidak ada lagi siklus alam di Sungai Mekong. Untuk menangani permasalahan berkenaan dengan sunga i Mekong sejak tahun 1995, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam telah membentuk Mekong River Comission (MRC) yang intinya adalah perjanjian kerjasama dalam pembangunan berkelanjutan di lembah sungai Mekong dan perjanjian untuk berbagi sumber daya yang disediakan Mekong untuk meningkatkan ekonomi rakyat di lembah sungai tersebut. Tahun 1996, Cina, bersama dengan Myanmar, menjadi mitra dialog MRC, yang diharapkan juga membagi data mereka tentang kondisi dan apa yang dilakukan di sungai Mekong yang masuk wilayah mereka. Namun cina tidak menginformasikan datanya ke MRC hingga tahun 2002. Setelah 2002, Cina berbagi sebagian data sungai Mekong ke MRC dan menyimpan sebagian yang lain. Secara implisit kita melihat China terkesan tidak peduli terhadap keberlangsungan negara-negara di hilir sungai dan hal ini semakin di pertegas dengan keinginannya untuk membangun sepuluh bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air pada ujung sungai yang lebih ke hulu.

 

Mengapa demikian? Kepentingan China di sungai Mekong tidak hanya sebatas menjadi sumber suplay air bagi China, namun juga untuk perkembangan industrinya. China membutuhkan banyakbendungan sebagai pembangkit tenaga listrik untuk mendukung ekonominya yang kian berkembang pesat. China menginginkan tersedianya 300 gigawatt untuk pasokan listriknya di tahun 2020. Selain itu, politik luar negeri China berkenaan dengan sungai Mekong adalah dengan memanfaatkan negara-negara yang berada di hilir tepi sungai Mekong untuk kepentingan faktor produksi dan investasi sebab secara geo-ekonomi, kemungkinan ekspansi ke Asia Timur sangat kecil karena Jepang dan Korea Selatan memiliki kemampuan melebihi sektor-sektor produksi lain di China. Kerjasama dengan Asia Tenggara di bangun selain karena faktor kedekatan wilayah juga karena kesamaan historis-cultural. Dengan perasaan senasib-sepenanggungan tersebut, China mencoba melakukan bargaining di Sungai Mekong dengan menawarkan bantuan bagi pembangunan infrastruktur di negara-negara kawasan hilir sungai Mekong seperti membangun jalur Rel Kereta Trans-Asia. Pembangunan jalan tol sepanjang 2.000 km menghubungkan Bangkok dan Provinsi Yunan. 1.500 kilometer jalan tol juga dibangun melintas dari Da Nang, Vietnam menuju Myanmar melalui Laos dan Thailand. Sesungguhnya, pembangunan jalan transinternasional melintasi negara-negara di hilir sungai Mekong merupakan strategi China menjangkau sumber-sumber produksi. Jika akses pelabuhan tertutup akibat konflik di Laut China Selatan, maka China dapat menggunakan jasa transportasi darat. Melihat peta ekonomi di atas, maka China sedang melakukan dragon bargaining. Penempatan posisi Kepala Naga dalam pertemuan negara-negara di hilir sungai Mekong yang secara geopolitik tidak dapat dilakukan AS, Rusia, Eropa maupun Jepang. Bargain China merupakan pemanfaatan geostrategik yang mampu memberikan keuntungan di masa kini dan mendatang. Pada akhirnya, posisi kerjasama dengan negara-negara di hilir sungai Mekong menempatkan China pada 5 keunggulan sekaligus. Pertama, dinamika negara-negara di hilir sungai Mekong akan mendukung Cina dalam kebijakan ekonomi maupun pemanfaatan sumber daya alam di kawasan. Kedua, proses penyatuan dan peningkatan infrastruktur darat melalui kerjasama negara di hilir sungai Mekong menjadi legitimasi kekuatan kontinental yang memang selama ini dimiliki China. Ketiga, melalui pembukaan pelabuhan-pelabuhan di Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja maka ekspansi produksi, jasa, ekonomi dan investasi China dapat menembus pasar ekonomi Asia dan Pasifik hingga Afrika. Keempat, kontinuitas suplai energi ke China menjadikan pertumbuhan ekonominya naik yang akan mendorong China sebagai penentu otoritas ekonomi menggantikan posisi Jepang. Kelima, dukungan negara-negara di hilir sungai Mekong dapat melebarkan kekuasaan militer dan ekonomi China yang sedang ‘bertumbuh dengan damai’. Pembangunan Bendungan di Hulu adalah salah satu strategi China demi ketersediaan listrik dan mendatangkan bencana terhadap negara-negara di hilir. China telah menghitung strategi mundur selangkah untuk bisa maju seribu langkah. Hal itu dilakukan untuk dapat menguasai teritorial darat sejajar lintasan Sungai Mekong menuju Laut China Selatan. Artinya, sekecil apapun jalan terbentang didepannya, China serius merintisnya sebagai peluang produksi, investasi dan eksplorasi. Upaya Cina tersebut membuahkan dinamisasi pertumbuhan ekonomi antarnegara GSM melalui Sungai Mekong. Dengan demikian, kerjasama China telah mampu menjangkau wilayah perairan dan daratan di Asia Tenggara. Bahkan, China sesungguhnya berhasil melakukan ‘soft occupation’ melalui kerjasama teknik ekonomi dan perdagangan di zona-zona strategik sesuai kepentingan nasionalnya.

 

Sumber:

 

http://stevenpailah.blogspot.com/2008/04/bargain-china-di-sungai-mekong.html

http://www.bloomberg.com/news/2010-10-26/china-hydropower-dams-in-mekong-river-give-shocks-to-60-million.html

http://masihadalangitdiataslangit.blogspot.com/2010/01/cina-jepang-dan-mekong.html

http://www.asiacalling.org/index.php?option=com_content&view=article&id=1090%3Achina-dams-impact-to-people-in-thai-laos-border&catid=149%3Ainside-laos-the-battery-of-south-east-asia-&Itemid=455&lang=in

http://asiacalling.kbr68h.com/index.php?option=com_content&view=article&id=913%3Aa-cambodians-mission-to-save-the-mekong&catid=97%3Acambodia&Itemid=385&lang=in

http://papayapokpok.wordpress.com/2010/04/02/sungai-mekong-riwayatmu-kini-bahasa/

http://www.dw-world.de/dw/article/0,,5972716,00.html?maca=ind-rss-ind-all-1487-rdf

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s